KUNINGAN - Fokus Utama
Skandal dugaan perbuatan asusila yang menyeret oknum pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kuningan kembali meledak ke permukaan. Video dan narasi lama yang sempat tenggelam kini kembali viral di media sosial, memicu kemarahan publik dan mempermalukan wajah organisasi keagamaan yang selama ini dikenal sebagai penjaga moral umat.
Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, melontarkan kritik keras. Ia menilai diamnya pengurus PC NU Kuningan justru memperparah situasi dan memunculkan kesan adanya upaya pembiaran, bahkan perlindungan terhadap oknum.
“Ini bukan sekadar isu liar. Ini sudah menyangkut kehormatan lembaga besar seperti NU. Kalau dibiarkan tanpa klarifikasi, publik berhak curiga: ada apa di dalam? Jangan sampai ada praktik saling melindungi di balik jubah organisasi,” tegas Manap.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh ditutup-tutupi dengan alasan menjaga nama baik. Justru, kata dia, transparansi adalah satu-satunya cara menyelamatkan marwah organisasi.
“Jangan balik logika. Yang merusak nama baik itu pelakunya, bukan yang mengungkap. Kalau benar ada pelanggaran moral, harus dibuka terang-benderang dan ditindak tegas. Bersihkan sampai ke akar, jangan setengah hati,” ujarnya.
Manap juga menyoroti dampak serius jika kasus ini terus didiamkan. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap ulama dan lembaga keagamaan bisa runtuh hanya karena ulah segelintir oknum yang tidak bermoral.
“Ini organisasi ulama, bukan tempat berlindung bagi pelaku amoral. Kalau tidak ada tindakan tegas, ini bukan hanya mencoreng NU, tapi juga meruntuhkan wibawa ulama di mata masyarakat,” katanya.
Ia mendesak para tokoh dan ulama NU di Kuningan untuk segera mengambil sikap terbuka dan tidak bersikap defensif.
“Kalau terbukti, yang bersangkutan harus mundur sekarang juga, sebelum dipaksa mundur. Jangan tunggu tekanan publik makin besar. Dan kalau ada yang menutup-nutupi, itu sama saja ikut bertanggung jawab,” tandasnya.
FORMASI menegaskan, publik kini menunggu bukan sekadar klarifikasi, tetapi langkah nyata. Di tengah derasnya arus informasi, kegagalan bersikap tegas hanya akan memperkuat persepsi bahwa ada yang disembunyikan di tubuh organisasi.
“Ini ujian integritas. Kalau NU ingin tetap dipercaya, jangan kompromi dengan oknum. Hukum, bersihkan, dan tunjukkan bahwa lembaga ini masih punya keberanian moral,” pungkas Manap.
(Bopih)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar