Kuningan - Fokus Utama
Di tengah sorotan publik terhadap penanganan dugaan kasus tunjangan DPRD Kuningan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, muncul suara sanggahan sekaligus dukungan moral terhadap institusi penegak hukum tersebut.
Yogi, salah satu pemerhati kebijakan publik di Kuningan, secara tegas menyatakan dukungannya kepada Kepala Kejari Kuningan agar tetap fokus dan profesional dalam menjalankan tugasnya, tanpa terpengaruh oleh tekanan opini yang dinilai belum tentu memiliki dasar kuat.
“Justru saya ingin bertanya, memang siapa Bung Boy itu? Sepanjang yang saya tahu, dia seorang wartawan, tapi menulis pernyataan tentang dirinya sendiri menggunakan nama aslinya, Uus. Ini sangat tidak elok dan mencederai etika,” ujar Yogi dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Yogi juga menyoroti keberadaan Forum Komunikasi Gabungan Ormas dan LSM (FK-GOL) yang disebut-sebut memberikan tekanan moral terhadap Kejari. Ia mempertanyakan representasi dan legitimasi forum tersebut.
“FK-GOL itu sebenarnya gabungan dari ormas mana saja? Faktanya, sebagian besar anggotanya sudah lama menarik diri dan justru membentuk aliansi baru, yaitu Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI). Jadi, patut dipertanyakan sejauh mana FK-GOL masih relevan berbicara atas nama masyarakat sipil,” tegasnya.
Menurut Yogi, kritik terhadap institusi penegak hukum sah-sah saja dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut tidak berubah menjadi opini yang tendensius dan berpotensi menggiring persepsi publik secara tidak objektif.
“Jangan sampai framing yang dibangun justru melemahkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum yang sedang bekerja. Kita harus beri ruang dan kepercayaan kepada Kejari Kuningan untuk menjalankan proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Ia pun memberikan pesan langsung kepada Kepala Kejari Kuningan agar tidak goyah menghadapi dinamika yang ada.
“Bu Kajari tetap semangat, kami percaya Ibu akan tetap profesional, objektif, dan berintegritas dalam menangani setiap perkara. Masyarakat tentu menaruh harapan besar pada Kejari untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Dengan munculnya berbagai pandangan yang berkembang, publik kini dihadapkan pada dinamika antara kritik, dukungan, serta harapan besar terhadap penegakan hukum yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Kuningan.
(Nia/Bopih)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar