Oleh: Abun Burhanudin
Beberapa warga kampung baru saja selesai menguburkan jenazah Saud. Tiba-tiba datang seorang perempuan bertubuh gendut memaksa mereka untuk membongkar lagi kuburan Saud. Alasannya, tanah pekuburan itu sudah dibeli sama dia dan khusus untuk tanah kuburan keluarganya. Karena orang itu memberikan bukti surat surat pembelian, warga pun tidak bisa membantah dan terpaksa membongkar lagi kuburan Saud. Tapi pas kuburan dibongkar, ternyata jasad Saud sudah hilang. Yang ada cuman kain kafannya saja yang sebagiannya seperti bekas terbakar. Kejadian itu membuat warga heboh.
Euis, istri Saud yang menyaksikan itu hanya bisa nangis dan menarawang.
Beberapa taun sebelumnya
Saud dan Saidah adalah pengusaha cilok yang sama-sama sukses di kampung itu. Mereka sama-sama punya anak buah yang banyak dan hasil produksi cilok mereka menyebar ke berbagai kampung lainnya oleh para pedagang.
Bedanya, Saud sangat pelit dan sombong sedangkan Saidah sangat dermawan. Saidah mewarisi usaha cilok dari Mursyid, almarhum suaminya yang tidak lain adalah kakak kandung Saud. Saud juga sebenarnya bisa sukses berkat didikan almarhum Mursyid.
Kesuksesan mereka di bidang cilok membuat hidup mereka sama-sama mapan. Sayangnya, Saud yang punya sifat iri dan serakah malah menganggap Saidah adalah pesaing yang harus disingkirkan. Apalagi kemudian ada beberapa karyawan Saud yang pindah ke Saidah karena menjadi karyawan Saidah kesejahteraan mereka lebih terjamin.
Saud yang marah berusaha dengan berbagai cara untuk membuat Saidah bangkrut. Mulai dari terang-terangan, minta Saidah jangan memproduksi cilok lagi, sampai dengan menyebar issue kalo cilok Saidah dicampur daging ayam tiren. Sebagian warga percaya karena Saud juga membawa saksi palsu mantan karyawan Saidah. Akibatnya, Saidah jadi kehilangan banyak pelanggan.
Euis (istri Saud) yang ga suka dengan kelicikan Saud berusaha kasih nasehat. Tapi Saud malah marahin Euis dan ngancam akan menceraikannya kalo Euis sampe membocorkan rahasia itu ke warga. Euis terpaksa diam.
Kedengkian Saud kepada Saidah ga berhenti sampe di situ. Diam-diam dia nyogok anak buah Saidah untuk menaburkan bubuk kecubung ke adonan cilok yang diproduksi Saidah. Gara-gara itu, para pelanggan yang memakan cilok hasil bikinan Saidah jadi pada keracunan dan banyak yang harus masuk rumah sakit. Warga pun kemudian menuntut Saidah untuk membayar ganti rugi dan membayar biaya perawatan.
Setelah semua uang Saidah habis, Saud juga malah melaporkan Saidah ke polisi. Akibatnya Saidah ditangkap dan masuk penjara.
Selama Saidah dipenjara, Laila, anaknya, terpaksa tinggal sendirian di rumah. Anak yang baru berumur 10 taun itu bukan cuman sedih, tapi juga malu karena selalu jadi bahan ejekan teman-temannya.
Euis yang kasihan karena Laila masih keponakan Saud, akhirnya mengajak Laila pindah ke rumahnya. Saud awalnya tidak membolehkan Laila tinggal bareng mereka. Tapi Euis maksa. Laila kan ponakan kamu? Apa nanti kata orang kalo kita membiarkan dia hidup terlantar.
Akhirnya Saud membolehkan juga. Tapi Saud memperlakukan dengan kejam. Dipaksa kerja keras dan selalu dimarahi. Apa yang terjadi terhadap Laila, sampe ke telinga Saidah di dalam penjara. Saidah jadi tambah sedih.
Tiga bulan kemudian, Saidah bebas dari penjara. Untuk menutupi kebutuhan sehari hari, Saidah berniat membangun usaha lain. Karena gak punya modal, Saidah terpaksa pinjem duit ke Saud. Saud bersedia ngasih pinjeman, tapi dengan syarat rumah Saidah harus dijadikan agunan. Karena bener bener butuh modal, terpaksa Saidah pun setuju.
Ternyata Saud menyimpan rencana busuk dari sikap pura-pura baiknya. Diam diam Saud membayar preman untuk merampok rumah Saidah. Uang pinjeman dari Saud dirampas sama rampok bayaran Saud. Saidah sedih. Uang hilang, dia terjerat hutang. Ditambah kemudian Saud menyita rumahnya. Saidah shock, kena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.
Laila bener bener sedih dan terpaksa tinggal lagi di rumah Saud. Tapi tentu saja Saud tetep memperlakukan dia dengan kejam. Lalia disuruh ikut kerja, tanpa dikasih upah.
Sekali waktu, Saud didatangi oleh dua orang yang mengaku dari perusahan Travel Haji & Umrah. Mereka merayu Saud untuk daftar umroh atau haji ke perusahannya.
Mereka bilang, orang orang yang daftar ke perusahaannya bisa cepat berangkat naek haji tau itu juga. Berbeda dengan daftar lewat pemerintah yang harus menunggu sampe bertaun-taun.
Selain itu, ongkos haji juga lebih murah. Awalnya Saud tidak tertarik karena dalam hatinya ga pernah punya niatan untuk pergi haji.
Tapi kedua orang terus ngerayu dan bilang akan memberi keuntungan 20 peren ke Saud, kalo dia bisa merekrut 7 peserta, Saud jadi tergiur.
Diapun lalu promosi kepada warga supaya pada pada daftar haji lewat dia. Dengan kelihaiannya merayu, akhirnya dia berhasil merekrut 30 orang lebih. Bukan dari kampung itu saja, tapi juga dari kampung lain. Saud senang karena punya untung besar.
Sayangnya, pas waktu pemberangkatan haji yang dijanjikan tiba, ternyata kedua orang yang pertama kali menawarkan haji ke Saud malah ngilang. Tentu saja Saud yang jadi sasaran kemarahan warga.
Warga melakukan demo besar-besaran nuduh Saud penipu dan minta uang mereka dikembalikan ato akan dilaporkan ke polisi. Saud tak punya pilihan dan terpaksa mengganti semua kerugian warga, meskipun untuk itu dia harus kehilangan semua harta, termasuk rumahnya.
Penderitaan Saud bertambah ketika kejahatan dia memfitnah Saidah sampe masuk penjarapun terbongkar dari pengakuan mantan karyawan Saidah yang disuap.
Saat polisi datang, Saud pura-pura gila biar ga ditangkap. Saud jalan mundur-mundur sambil ketawa-tawa bergaya orang gila. Pas ada mobil bak yang mengangkut hewan kurban lewat, Saud loncat ke bak mobil untuk kabur.
Tapi saat loncat, sebelah kakinya tiba-tiba kram dan ga bisa bergerak. Sedangkan sebelah tangannya terlilit tambang yang mengikat kambing qurban di atas bak. Akibatnya, tubuh Saud terseret beberapa puluh meter hingga akhirnya mati mengenaskan.
SELESAI











Tidak ada komentar:
Posting Komentar