!-- [ Meta Tag SEO ] --> PKBM Di Kuningan Bukan Kwalitas Tetapi Kwantitas - FOKUS UTAMA

Home Top Ad


 


 


 


 

Kamis, 05 Maret 2026

PKBM Di Kuningan Bukan Kwalitas Tetapi Kwantitas



Kuningan ( Fokus Utama )

   

Entah merupakan sebuah strategi untuk menarik Anggara pusat ke daerah, ataukah memang kenyataanya Angka Putus Sekolah (APS) dan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kuningan bukanlah suatu hal yang aneh.


Pada hari Kamis, 5/3 dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pendidikan kabupaten Kuningan tahun 2026 di Audoturium SLB Taruna Mandiri, APS dan ATS dijadikan sebagai pokok bahasan.


Namun apapun yang menjadi alasannya, tetapi semua patut angkat jempol tinggi tinggi, inovasi Kepala Dinas Pendidikan yang baru merukapakan sebuah terobosan yang luar biasa. Hebatnya, Rakor tersebut menghadirkan para kepala desa dan camat se kab Kuningan.

Lewat Program Gema Sadulur, dilaporkan penyebab APS dan ATS di Kuningan karena alasan ketiadaan biaya, jarak ke sekolah dan pernikahan dini .


Untuk menekan APS dan ATS, Dian meminta para kepala desa dan camat ikut me-monitoring secara periodik dan melaksanakan rakor sektor bidang pendidikan.


"Kalau bisa, mobilisasi gerakan kembali ke sekolah,” begitu kata Dian


Kepala Dinas Pendidikan Kab Kuningan Elon Carlan menegaskan apa yang disampaikan bupati, persoalan pendidikan, persoalan ATS dan APS sudah seharusnya menjadi tanggung-jawab bersama. 

Untuk itu, sebagai Kadisdik baru, dirinya akan melakukan pola baru dengan metode kolaboratif dan partisipatif. 

    

Metode ini diharapkan nantinya akan mampu menjawab persoalan ATS dan APS. Polanya yaitu dengan membuka kelas jauh, membuka kejar paket yang berbasis desa dan kelurahan. Sasarannya semua warga yang tidak tamat sekolah SMP dan SMA dan tidak mengenal batas usia 


"Mau 40 tahun , 50 tahun bisa ikut jadi warga belajar. Metode pembelajarannya pun sederhana yaitu pembelajaran berbasis aktivitas dan diselenggarakan di desa masing-masing tempat tinggal warga belajar" jelas Elon.

   

Untuk penetrasi program barunya, Elon meminta bantuan dan ketegasan bupati agar mengintruksikan kepada para camat dan kepala desa agar pro aktif menyisi, mendata, mensosialisasikan program akselarsi peningkatan rata-rata sekolah penduduk Kuningan. 


"Kalau para kepala desa dan camat tidak membantu , saya minta mereka diumrohkan ke Israel , tetapi yang membantu program ini dikasih reward umroh ke tanah suci" kelakar Elon

   

Sebagai tutor dan guru pengajar warga belajar program akselarasi ini , Elon rencananya akan melibatkan para mahasiswa keguruan semester akhir sebagai duta pendidikan non formal yang ditempatkan di desa- desa.

   

Ketika ditanya wartawan soal kualitas PKBM model baru ini, secara diplomatis Elon menjawab ,

"Untuk saat ini, di Kuningan, kalau soal warga belajar PKBM, jangan bicara kualitas dulu, tetapi ke kuantitas saja dulu," pungkasnya.


(Didi S/Nia Komalasari)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad


 

Pages