Kuningan -Fokus Utama
Kesan mendalam terhadap kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, MSi, begitu dirasakan oleh Kepala Desa Kramatmulya, H. Otong. Hal tersebut secara jujur disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Ramadhan berbagi yang digelar di Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, dirinya mengenang momen pada Ramadan tahun 2023 ketika dia melaksanakan salat tarawih bersama dengan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Saat itu, Otong menerima kenang-kenangan berupa sajadah dari Bupati yang kemudian digunakannya dalam berbagai ibadah, termasuk saat salat tahajud.
"Ketika itu saya sempat menyampaikan kepada Pak Sekda bahwa Insyaallah Bapak akan menjadi Bupati. Di sela-sela salat tahajud, dengan sajadah pemberian Bapak yang saya hamparkan, saya berdoa agar Bapak diberikan jalan dan amanah menjadi Bupati. Alhamdulillah, doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT," ujar H. Otong.
Otong juga mengungkapkan bahwa perjalanan Bupati hingga dipercaya memimpin Kabupaten Kuningan tidaklah mudah dan penuh tantangan. Bahkan, dirinya pernah dipanggil oleh Bawaslu karena dianggap terlalu membela sosok yang kini menjadi Bupati tersebut.
"Saya hanya mengatakan, apakah saya berdosa ketika membela teman dan saudara saya? Karena merasa tidak melakukan kesalahan, saya tetap bergerak dan tidak merasa takut," katanya.
Selain itu, H. Otong juga mengingat pesan kepemimpinan yang pernah disampaikan Bupati saat penyematan sertifikat Desa Mandiri. la mengaku menjadikan pesan tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa.
Menurutnya, ada tiga pilar kepemimpinan yang ia pegang, yakni designer leadership, yaitu pemimpin yang memiliki wawasan dan visi masa depan; teacher, pemimpin yang mampu menjadi guru dan memberi teladan; serta servant, pemimpin yang hadir untuk melayani masyarakat.
"Saya menganggap Bapak Bupati sebagai guru saya. Dari tiga prinsip kepemimpinan itulah saya berusaha menjalankan amanah sebagai kepala desa," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Otong juga memaparkan visi pembangunan desa yang diusungnya, yakni "Kramatmulya Mesti Lebih Baik." la menegaskan bahwa desa yang dipimpinnya tidak ingin sekadar meniru konsep pembangunan desa lain, tetapi berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki sendiri.
Salah satu potensi utama desa tersebut adalah Pasar Desa Kramatmulya yang memiliki sekitar 300 kios. Dari pengelolaan pasar desa tersebut, dalam tiga tahun terakhir Pendapatan Asli Desa (PAD) tercatat mencapai sekitar Rp2,4 miliar.
Pendapatan tersebut, lanjutnya, disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang disepakati dalam musyawarah desa, di antaranya bantuan bagi 1.400 kepala keluarga, santunan untuk 59 anak yatim piatu, dukungan bagi 40 guru ngaji, bantuan sarana peribadatan, hingga insentif bagi petugas kebersihan dan tenaga kesehatan desa.
Pada momentum Ramadhan Berbagi tahun ini, Desa Kramatmulya mengusung tema "Mewujudkan Cinta dengan Memberi dan Berbagi."
Ke depan, Pemerintah Desa Kramatmulya juga berencana mengembangkan Pasar Kramatmulya agar lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat, termasuk dengan menyiapkan fasilitas ramah anak dan ruang terbuka bagi keluarga yang datang berbelanja.
"Kami berharap Pasar Kramatmulya tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat yang nyaman dan bermanfaat bagi semua," pungkasnya.
(Nia)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar