Oleh Abun Burhanudin
ANISA (27 tahun) seorang wanita yang cantik, pintar, baik, sopan (memakai hijab) dan berasal dari keluarga terpandang. Dia merupakan lulusan Universitas Kairo, Mesir. Setelah lulus kuliah dia kembali ke Indonesia dan menjadi dosen di sebuah Universitas Islam di Jakarta.
Anisa mempunyai teman kecil yang tinggal satu lingkungan dengannya, bernama AGI (28 tahun). Agi merupakan seorang pemuda pengangguran yang hobinya balapan liar, mabuk-mabukan dan berkelahi.
Saat tahu Anisa sudah kembali dari Mesir, Agi berusaha untuk mendekati Anisa, bahkan menyatakan cintanya pada Anisa.
Disitulah Agi bertemu dengan SOFYAN (29 tahun) yang merupakan tunangan Anisa. Agi marah mengetahui Anisa menolaknya dengan halus karena dia sudah tunangan dengan Sofyan.
Agi yang mendendam terus meneror Anisa dengan bantuan Jin. Rumahnya diteror oleh ayam mati dank ain kafan berdarah. Anisa sendiri diteror oleh mimpi buruk yang terus-menerus datang.
Suatu hari, Sofyan yang bertemu Anisa di kampus tiba-tiba muntah karena ia mencium bau busuk yang sangat menyengat dari tubuh Anisa. Sofyan pun lari ke kamar mandi. Tiba-tiba di kamar mandi itu Sofyan melihat sesosok menyeramkan.
Sofyan yang lari tidak sadar ada cairan pembersih yang tumpah. Sofyan pun terpeleset dan jatuh hingga tewas. Anisa yang mengetahui itu langsung sedih dan shock.
Beberapa bulan kemudian orang tua Anisa mencoba menjodohkan Anisa dengan DIMAS. namun tiba-tiba Dimas jadi ilfil sama Anisa, karna ia melihat muka Anisa tiba-tiba berubah jadi menyeramkan dengan mata menyalak.
Orang tua Anisa sampai bingung, kenapa Anisa sepertinya susah sekali mendapat jodoh, padahal selain cantik, baik, pintar, Anisa juga sangat sopan dan taat pada agama.
Saat itu Agi kembali menyatakan cintanya pada Anisa. Agi bilang, sebaiknya Anisa gak usah sok jual mahal padanya, karna jelas-jelas gak ada laki-laki lain yang mau dengan Anisa. Tapi Anisa tetap pada pendiriannya dan menolak cinta Agi.
Sementara itu Anisa semakin tertekan dan depresi dengan apa yang dialaminya. Suatu saat ketika tidur di kamarnya ia bermimpi melihat sesosok orang yang mencakar dinding dan menempel di langit kamar, seperti seekor cicak/laba-laba.
Hal ini tentu saja membuat orang tua Anisa kaget dan ketakutan. Teror selanjutnya adalah teror paku.
Tiba-tiba kondisi Anisa pun semakin drop dan jatuh sakit. Orang tua Anisa kemudian membawa Anisa ke rumah sakit. Bahkan sakit itu membuat Anisa pingsan beberapa kali dan berat badannya pun menurun drastis serta wajahnya menjadi pucat pasi.
Betapa shocknya keluarga Anisa ketika hasil CT scan, dokter menemukan banyak ada paku didalam perut Anisa. Dokter pun bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi. Tanpa membuang waktu, Anisa pun dioperasi.
Semua semakin shock saat menemukan paku didalam perut Anisa adalah paku yang berkarat dan jumlahnya cukup banyak.
Akhirnya orang tua Anisa percaya kalo penyakit Anisa bukanlah penyakit biasa, melainkan sakit karna diguna-guna oleh seseorang.
Orang tua Anisa kemudian minta tolong pada ustad Jaka untuk meruqyah Anisa. Ustad Jaka pun kemudian tahu kalo guna-guna tersebut dikirim oleh seseorang yang sakit hati pada Anisa.
Anisa langsung teringat pada Agi. Karena sebelumnya Agi pernah berujar,
“Kalau dirinya tidak bisa memiliki Anisa, maka orang lain juga tidak bisa memiliki Anisa”.
Anisa pun diminta ustad Jaka untuk mendekatkan diri pada Allah. Karena sejatinya cuma Allah lah sebaik-Baiknya Pelindung.
Anisa juga diminta memaafkan Agi dan menganggap masalahnya sudah selesai. Anisa pun memaafkan Agi dengan ikhlas. Ia pun datang ke Agi dan mendoakannya agar kembali ke jalan kebaikan pada Agi.
Melihat ketulusan hati Anisa, bukannya membuat Agi lega, tapi sebaliknya. Agi semakin bernafsu meneror Anisa.
Malamnya teror berupa bola api datang kerumahnya. Anisa tak gentar, ia pun bersujud dan berdoa sepenuh hati kepada Allah.
Bola api itu berputar-putar dan pergi karena perlawanan Anisa. Bola api itu kemudian berbalik ke rumah Dukun dan Agi.
Dukun yang berusaha melawan kemudian lompat dari lantai 2 karena panik. Sementara Agi yang sedang tidur di kamarnya ketakutan karena mendadak banyak suara aneh.
Agi berusaha kabur dengan motornya tak sadar saluran bahan bakarnya bocor. Begitu dinyalakan motornya meledak dan Agi pun tewas menggenaskan.
Sekian..








Tidak ada komentar:
Posting Komentar