!-- [ Meta Tag SEO ] --> Ketua LMPI Ujang Jenggo. ; “Kasus Kekerasan Di SMAN 3 Potret Buruk Lembaga Pendidikan” - FOKUS UTAMA

Home Top Ad


 


 


 


 


 


 

p> 

 


Sabtu, 10 Januari 2026

Ketua LMPI Ujang Jenggo. ; “Kasus Kekerasan Di SMAN 3 Potret Buruk Lembaga Pendidikan”




Kuningan - Fokus Utama 

Kasus dugaan kekerasan pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Kuningan kembali menjadi sorotan. Ketua LMPI Marcab Kuningan Ujang Jenggo anggap kejadian tersebut bisa menjadi potret buruk lembaga pendidikan.

Viral kabar bahwa Siswi SMKN 3 Kuningan dengan inisial NZ kelas 10, yang baru saja masuk sekolah alami nasib tragis.

Pada awalnya NZ terpilih menjadi siswi yang masuk kategori sebagai siswi Pencinta Alam , dari beberapa siswa siswi yang ada hanya segelintir siswa yang terpilih masuk salah satu katagori pecinta alam Chandra di muka

Sekolah SMAN 3 Kuningan secara rutin selalu mengadakan kegiatan ektrakulikuler Pencinta Alam setiap tahunnya.

Kasus bermula pada hari Minggu tgl 21 Desember 2025 sekitar jam 11 tempat dibumi termasuk lempong balong palutungan desa cisantana kab Kuningan, NZ mengikuti kegiatan yg termasuk lima hari menjalani hidup di alam luas mempelajari kehidupan dengan alam yg hidup di hutan dan makan seadanya, namun sangat di sayangkan dalam kegiatan ektrakulikuler itu terjadi terhadap siswa secara fisik.

Menurut keterangan korban (NZ) setiap hari mengalami kekerasan dengan muka selalu di tamparin, bahkan di penghujung kegiatan NZ tidak kuat lagi dalam berjalan kaki mengalami kejadian sampe di dorong tersungkur dengan keras.

Orang tua siswi mengatakan, sepulang mengikuti kegiatan pecinta alam, anak nya mengalami trauma yg begitu hebat bahkan pisik membawa lebam dan luka luka.

Dari kejadian tersebut, orang tua siswi melalui grup WA menuturkan semua menyatakan kejadian tersebut dinilai sangat tidak manusiawi dan dianggap kejam hal tersebut terjadi bukan terhadap NZ saja.

“Kekerasan pisik di alami oleh semua siswa siswi SMA 3 KUNINGAN yg mengikuti kegiatan pecinta alam dan bahkan dari salah satu orang tua siswi tersebut sudah melaporkan ke pihak kepolisian dengan dasar kekerasan di bawah umur,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut, kata Jenggo, perlu perhatian khusus. Pihak APH diharapkan turun tangan untuk menindak lanjuti.

“Ini adalah salah satu potret buruk di dunia pendidikan. Harus menjadi peringatan bagi lembaga lainnya, agar kasus serupa tidak terulang lagi,” tegas Jenggo.


(Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Hubungi Zulhisbi WA no +62 852-2494-4409

 

Pages