!-- [ Meta Tag SEO ] --> Wabup Kuningan, Tuti Andriani; “Stabilitas Harga Bukan Hanya Di Pusat Kota, Tapi Juga Harus Hadir Di Pelosok Desa” - FOKUS UTAMA

Home Top Ad


 


 


 


 

Rabu, 25 Februari 2026

Wabup Kuningan, Tuti Andriani; “Stabilitas Harga Bukan Hanya Di Pusat Kota, Tapi Juga Harus Hadir Di Pelosok Desa”



Kuningan - Fokus Utama 


Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan edisi ke 4 (empat) di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung,


Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah, Camat Sindangagung Devi Ardeni, serta unsur perangkat daerah, distributor, petani, dan masyarakat setempat hadir.


Tuti Andriani menyampaikan, pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi dinamika harga pangan, khususnya di bulan Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Stabilitas harga bukan hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga harus hadir di desa-desa. Daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan,” ujarnya.


Menurut Tuti, GPM Padaringan merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta para petani dan pelaku usaha lokal. 


Berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga intervensi yang lebih terjangkau.


“Ini bukan dibagikan gratis, tetapi dijual dengan harga adil dan terjangkau. Kita ingin menjaga keseimbangan pasar sekaligus menjaga martabat masyarakat,” tegasnya.

Program ini, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan daerah MELESAT yang menekankan pembangunan sistem pangan terencana, pemberdayaan pelaku usaha lokal, keberlanjutan rantai pasok, penguatan nilai keagamaan, serta ketangguhan ekonomi masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa Babakanreuma merupakan lokasi keempat pelaksanaan GPM Padaringan.


Wahyu memaparkan, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibanding harga pasar. Telur ayam dijual Rp29.500 per kilogram, sementara harga pasar mencapai sekitar Rp32.000. Daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang menyentuh Rp150.000.


“Ini bagian dari upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi. Biasanya di bulan Ramadan harga mulai naik, maka pemerintah hadir memberikan stimulan agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.


Selama Ramadan, Pemkab Kuningan merencanakan sedikitnya 15 kali pelaksanaan GPM di 15 kecamatan secara bergiliran. Bahkan, satu titik tambahan akan digelar di Pendopo pada 12 Maret mendatang untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani.


(Nia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad


 

Pages