self.options = { "domain": "5gvci.com", "zoneId": 10122132 } self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') OKI Sambut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah

OKI Sambut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah

 


Fokus – Global

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyambut penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah yang dilakukan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada Jumat (8/8/2026), serta menyebutnya sebagai langkah bersejarah untuk memperkuat keamanan dan solidaritas dunia Islam.

Sekretaris Jenderal OKI, Hissein Brahim Taha, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kesepakatan tersebut. Menurutnya, perjanjian ini merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen ketiga negara dalam mempererat kerja sama regional maupun internasional.

Dalam pernyataan resmi OKI, Taha menilai pakta pertahanan itu menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan, sekaligus menunjukkan tekad bersama menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut juga menjadi wujud nyata solidaritas dan kemitraan konstruktif di antara negara-negara anggota OKI.

Taha turut memuji kepemimpinan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang berhasil mewujudkan penandatanganan perjanjian bersejarah tersebut. Ia berharap pakta itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, tidak hanya di kawasan tetapi juga bagi masyarakat internasional.

Sebelumnya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah dalam pertemuan puncak trilateral yang berlangsung di Istana Al-Safa, Mekah.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Ketiga pemimpin sepakat memperkuat keamanan kolektif, memperdalam kerja sama pertahanan, serta meningkatkan koordinasi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menurut para pejabat Turki, pakta tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan terhadap negara mana pun. Kesepakatan itu dirancang untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional maupun global melalui pembagian tanggung jawab serta pendekatan keamanan bersama.

Salah satu poin terpenting dalam perjanjian itu adalah komitmen pertahanan kolektif, yakni setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara penandatangan akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota pakta.

Ketentuan tersebut dinilai memperkuat daya tangkal bersama terhadap berbagai bentuk ancaman keamanan sekaligus menandai babak baru kerja sama pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Post Page Advertisement [Top]