Penulis: Indrya Purnamasari

KUNINGAN –  FOKUS UTAMA 

Bukan sekadar tempat makan. Kopi Hawu, salah satu rumah makan yang dikenal masyarakat Kuningan, Kamis ini berubah menjadi ruang perjumpaan yang dipenuhi aktivitas, kreativitas, seni budaya, hingga kepedulian sosial.

Sejak rangkaian kegiatan berlangsung, suasana di Kopi Hawu terasa berbeda. Bazaar UMKM menjadi salah satu magnet kegiatan. Produk-produk pelaku usaha hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang datang.

Namun kemeriahan tidak berhenti di sana. Panggung terbuka turut menghidupkan suasana. Seni dan hiburan menjadi bagian dari rangkaian acara yang membuat pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga menyaksikan berbagai kegiatan yang disiapkan.

Nuansa budaya semakin terasa melalui workshop batik. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus mendekatkan masyarakat dengan salah satu kekayaan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Di tengah riuhnya kegiatan, Kopi Hawu juga menghadirkan sisi lain yang penuh kepedulian. Santunan anak yatim dan makan bersama menjadi bagian dari rangkaian acara.

Ada kebersamaan yang terasa di sana. Hiburan berjalan, UMKM bergerak, seni budaya tampil, tetapi perhatian kepada sesama tetap menjadi bagian penting dari kegiatan.

Suasana kemudian semakin semarak ketika Sanggar Arga Wijaya Cidahu, pimpinan Kang Sahrul, tampil membawakan pentas tari.

Gerak para penari di atas panggung menjadi sajian yang menarik perhatian masyarakat. Seni tradisional hadir bukan sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan menjadi bagian dari ruang berkumpul dan hiburan masyarakat.

Antusiasme warga pun terlihat dalam menyambut rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat membuat suasana semakin hidup dan hangat.

Kopi Hawu seakan menunjukkan bahwa sebuah rumah makan tidak harus berhenti pada urusan meja dan hidangan. Di tempat yang sama, masyarakat bisa bertemu, pelaku UMKM mendapatkan ruang, seni budaya mendapat panggung, kreativitas berkembang, dan kepedulian sosial menemukan tempatnya.

Rangkaian kegiatan Kamis itu akhirnya menjadi sebuah pertemuan yang memadukan ekonomi kerakyatan, seni budaya, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam suasana penuh kebersamaan.