KUNINGAN – FOKUS UTAMA
Ada rasa takut yang harus ditaklukkan 151 anak di RSUD Linggajati Kuningan, Kamis (3/9/2026).
Bukan rasa takut menghadapi hari esok, melainkan keberanian menghadapi sebuah pengalaman baru: menjalani khitan.
Di antara suasana rumah sakit dan aktivitas tenaga kesehatan, anak-anak dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan itu datang membawa harapan masing-masing. Sebagian mungkin masih menyimpan rasa cemas, tetapi dukungan orang tua, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai pihak membuat langkah mereka menjadi lebih ringan.
Hari itu, khitanan massal menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan
Sebanyak 151 anak mengikuti kegiatan sosial yang diselenggarakan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Panitia Hari Jadi Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kuningan
Bagi Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau yang akrab disapa Bunda Ela, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial dalam rangka memperingati hari jadi daerah.
Di balik khitanan 151 anak itu, ada pesan tentang kepedulian, kebersamaan, dan kasih sayang.
“Hari ini bukan sekadar tentang khitanan, hari ini adalah tentang kepedulian yang menjadi nyata, kebersamaan yang menjadi kekuatan, dan kasih sayang yang menghadirkan kebahagiaan,” ujar Bunda Ela.
Ketika Kepedulian Bertemu
Sebanyak 151 anak peserta khitanan massal tersebut berasal dan tersebar dari berbagai desa serta kelurahan di Kabupaten Kuningan.
Mereka tidak datang sendirian dalam perjuangan kecil menaklukkan rasa takut itu. Ada banyak tangan yang ikut bekerja di balik kegiatan tersebut.
Pelaksanaan khitanan massal tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bagian Kesra Setda Kabupaten Kuningan, tenaga kesehatan, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, klinik, donatur, relawan hingga jajaran LKKS.
Bunda Ela menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama para dokter dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada peserta dengan penuh kepedulian dan keikhlasan.
“Ketika kepedulian dipertemukan, maka kebaikan akan menjadi kekuatan yang besar,” katanya.
Kalimat itu seolah menjadi gambaran dari kegiatan tersebut. Sebab, sebuah kegiatan sosial tidak akan memiliki arti besar jika hanya dikerjakan oleh satu pihak.
Kepedulian membutuhkan kebersamaan. Dan kebersamaan membutuhkan kemauan untuk saling membantu.
Pesan untuk 151 Anak
Di hadapan anak-anak peserta khitanan, Bunda Ela juga menitipkan harapan.
Ia berpesan agar mereka tidak takut menjalani proses khitan. Lebih dari itu, ia berharap anak-anak tersebut dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, rajin belajar, menghormati orang tua, menyayangi sesama, serta berani melakukan kebaikan.
Harapan itu menjadi penting karena kegiatan khitanan massal bukan hanya berbicara tentang pelayanan kesehatan hari itu.
Ada masa depan yang sedang dipersiapkan. Anak-anak yang hari itu mungkin masih merasa takut, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang justru berani menghadapi tantangan dan melakukan hal-hal baik bagi lingkungan di sekitarnya.
Bunda Ela pun berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin luas jangkauannya sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.
Bupati: Pemerintah Tidak Bisa Sendiri
Apresiasi juga datang dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. yang hadir dan membuka kegiatan.
Dian mengapresiasi LKKS, Panitia Hari Jadi Kabupaten Kuningan, Bagian Kesra Setda Kuningan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan khitanan massal tersebut.
Menurut Dian, khitanan massal menjadi bagian dari rasa syukur memperingati Milangkala ke-528 Kuningan, sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah dan masyarakat dalam memberikan manfaat.
“Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah kita,” ujar Dian.
Dian juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta organisasi profesi kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap jumlah peserta khitanan massal dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Namun, Dian menegaskan bahwa membangun Kabupaten Kuningan bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan pemerintah seorang diri.
Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan memberikan manfaat.
“Ngawangun téh teu tiasa dilaksanakeun ku pamaréntah nyalira, tapi ku sadayana. Hayu urang silih gotong-royong, silih dorong, silih bantu, silih memberikan manfaat,” tuturnya.
Dibuka dengan Basmalah
Kegiatan kemudian resmi dibuka oleh Bupati Kuningan dengan ditandai pembacaan basmalah. Setelah itu, para peserta mendapatkan pelayanan khitanan dari tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Perwakilan Forkopimda, jajaran Panitia Hari Jadi Kuningan, Bagian Kesra Setda Kabupaten Kuningan, serta unsur organisasi profesi dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan.
Pada akhirnya, khitanan massal tersebut bukan sekadar salah satu agenda dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan
Di sana ada 151 anak yang belajar tentang keberanian.
Ada para orang tua yang mendampingi. Ada dokter dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan. Ada donatur dan relawan yang menyumbangkan kepedulian. Ada pemerintah dan berbagai unsur masyarakat yang bergandengan tangan. Dan ada satu pesan yang menjadi benang merah seluruh kegiatan: bahwa kebaikan akan menjadi lebih besar ketika dilakukan bersama-sama.
Hari Jadi Kuningan ke-528 pun tidak hanya dirayakan melalui seremoni. Di RSUD Linggajati Kuningan, peringatan itu hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana sekaligus bermakna memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan menumbuhkan semangat untuk terus saling peduli.
(Bopih/Indry)




























0 Komentar