Kuningan - Fokus Utama
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Muttaqin, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, berlangsung semarak. Puncak rangkaian kegiatan tersebut diisi Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustaz H. M. Akri, S.Pd. atau yang dikenal sebagai Ustaz Akri Patrio, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Maulid dan DKM Masjid Al-Muttaqin tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Sekda Kuningan, unsur DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga Awirarangan dan sekitarnya.
Ketua Panitia Maulid, Adrianto, S.Kom., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Maulid Nabi telah dilaksanakan sejak 14 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan MHQ dan lomba azan se-Kabupaten Kuningan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan pada Jumat (21/8/2026) dengan santunan dan pembukaan bazar UMKM yang melibatkan pelaku UMKM dari Awirarangan maupun wilayah Kabupaten Kuningan. Pada malam harinya, masyarakat juga mengikuti Karnaval Maulid yang diikuti sekitar 800 peserta dari Awirarangan dan luar wilayah tersebut.
Sementara pada Sabtu (22/8/2026), panitia menggelar lomba makanan tradisional antar-RT yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum malam puncak Tabligh Akbar.
Menurut Adrianto, seluruh rangkaian tersebut tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Panitia bersama DKM Masjid Al-Muttaqin ingin menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk membangun generasi muda yang religius sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan adanya MHQ dan azan, kami ingin memberikan motivasi khususnya kepada generasi muda agar hidup penuh dengan nilai religius. Dengan adanya UMKM, kami mencoba ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sementara kegiatan karnaval, santunan dan berbagai aktivitas lainnya, lanjut dia, diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas, jiwa seni, serta nilai-nilai kepedulian sosial dan kemasyarakatan.
“Tiada lain membentuk generasi-generasi muda untuk memiliki akhlak yang mulia dan terutama ikut berpartisipasi dalam program Kabupaten Kuningan menuju Kuningan Melesat,” katanya.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti di lingkungan Kelurahan Awirarangan, tetapi dapat menjadi partisipasi nyata masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian: Jangan Hanya Mengenang, Tapi Teladani Rasulullah
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengapresiasi rangkaian kegiatan yang digelar masyarakat Awirarangan. Ia menilai Masjid Al-Muttaqin merupakan salah satu masjid yang aktif menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.
Bupati Dian kemudian mengajak masyarakat memaknai Maulid Nabi tidak sebatas mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah sebagai teladan sehari-hari.
“Maulid Nabi itu jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan hanya mengenang saja kaitan dengan kelahiran Rasulullah. Tapi yang paling utama adalah bagaimana keteladanan beliau hadir setiap hari dalam setiap napas kita, setiap pikiran kita,” ujarnya.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus terlihat dalam perilaku nyata, mulai dari cara berbicara, bersikap, memperlakukan orang tua, menyapa tetangga, mendidik anak hingga menghadapi perbedaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia atau habluminannas, dengan menghadirkan rasa aman, kebahagiaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
“Kalau tetangga mendapat kesusahan, mendapat musibah, kita harus ikut berempati dan membantu. Jangan sampai tetangga mendapat rezeki, naik jabatan, beli motor baru, kitanya malah yang sakit,” ujar Bupati disambut tawa jamaah.
Bupati Dian juga mengingatkan masyarakat mengenai tantangan di era teknologi dan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan akhlak dan kebijaksanaan dalam bermedia.
Ia meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Media sosial boleh semakin ramai, tapi lisan kita tetap terjaga. Hoaks bertebaran di mana-mana, jangan langsung nge-share sesuatu yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.
Menurut Bupati, menyebarkan hoaks atau fitnah bukan sekadar persoalan bermedia sosial, tetapi dapat berdampak langsung terhadap kehidupan dan perasaan orang lain.
Karena itu, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW.
Bupati Dian menegaskan bahwa semangat Kuningan Melesat tidak boleh dimaknai hanya sebagai percepatan pembangunan fisik.
Jalan, jembatan dan PJU memang penting, tetapi pembangunan yang lebih mendasar adalah membangun manusia yang berakhlak, peduli dan saling membantu.
“Untuk apa jalan bagus kalau tidak disertai dengan semakin bagus akhlaknya masyarakat Kabupaten Kuningan. Pembangunan yang paling penting adalah ketika orang tua merasa dihormati, anak yatim piatu ada yang merawat, orang miskin merasa diperhatikan,” katanya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial, tetapi membangun budaya silih bantu, silih asih dan silih peduli di lingkungan masing-masing.
Kepada generasi muda Awirarangan, khususnya IPMA, Bupati Dian berpesan agar berani menjadi generasi yang baik dan tidak selalu merasa harus melakukan sesuatu yang besar.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil.
“Tidak perlu melakukan hal-hal besar dengan program-program besar. Hormati orang tua, hormati kasepuhan, menyayangi orang fakir yang ada di sekeliling kita, jangan membully kawan, jaga masjid, bantu program-program pemberdayaan yang memberikan senyuman kepada masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar mampu menjadi teladan bagi anak-anak muda. Sebab, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui nasihat, tetapi harus ditunjukkan melalui perilaku.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat menjadikan Maulid Nabi tahun ini sebagai momentum melakukan perubahan yang sederhana, nyata dan tulus.
Bupati Dian berharap Masjid Al-Muttaqin terus menjadi pusat energi kebaikan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Awirarangan, tetapi juga mampu menebarkan semangat positif ke seluruh Kabupaten Kuningan.
“Langkah sederhana kita, ketika dilaksanakan dengan sederhana dan tulus, akan melahirkan sebuah kemewahan bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya
(Bopih)





























0 Komentar