Kuningan - Fokus Utama 

Pengabdian yang dilakukan dalam senyap mendapat apresiasi istimewa dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Dalam Puncak Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 yang digelar Forum Diskusi Waroeng Rakyat di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan–Kuningan, Minggu (23/8/2026), Bupati Dian secara spontan memberikan hadiah umrah kepada Daskim, marbot asal Dukuhmaja yang dinobatkan sebagai Marbot Pinunjul 2026.

Hadiah tersebut diberikan setelah Bupati Dian mendengar kisah pengabdian Daskim sebagai marbot masjid. Di tengah keterbatasan, Daskim tetap menjalankan tugasnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa banyak mencari perhatian.

Bagi Bupati Dian, sosok seperti Daskim menunjukkan bahwa pembangunan dan kebaikan di Kabupaten Kuningan tidak selalu lahir dari kebijakan pemerintah. Banyak kontribusi justru tumbuh dari masyarakat yang bekerja tanpa sorotan.

“Bekerja dalam diam, bekerja dalam senyap, dan manfaatnya dirasakan oleh orang banyak,” ujar Bupati Dian.

Menurutnya, para penerima Pangajen Rakyat Pinunjul tidak hanya layak mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Bupati Dian pun kemudian memberikan apresiasi khusus kepada Daskim.

“Karena saya mendengar tadi ada marbot masjid yang dapat apresiasi, saya sudah mengecek ada satu lagi slot, saya hadiahkan apresiasi untuk diberikan hadiah umrah,” kata Bupati Dian.

Keputusan tersebut sontak menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan tersebut.

Daskim mengaku tidak menyangka mendapatkan hadiah umrah dari Bupati Dian. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan para marbot lainnya.

“Saya dan teman-teman marbot lainnya merasa sangat dihargai. Terlebih lagi, alhamdulillah, saya diberikan hadiah umrah untuk berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Daskim.

Bagi Daskim, penghargaan tersebut bukan sekadar hadiah. Ia merasa pengabdian yang selama ini dilakukan sebagai marbot ternyata mendapat perhatian dan dihargai.

Ia pun mendoakan Bupati Dian agar selalu diberikan kesehatan, umur panjang serta kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, Bupati Dian menilai semangat seperti yang ditunjukkan Daskim perlu terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, ukuran kepedulian seseorang bukan seberapa keras ia bersuara, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan.

“Ukuran kepedulian bukan ditentukan dengan suara keras atau tidaknya seorang aktivis, tapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkan akibat suara itu,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi benang merah dari Pangajen Rakyat Pinunjul 2026: bahwa mereka yang bekerja dalam senyap pun layak dihargai.

Dan bagi Daskim, pengabdian di masjid yang selama ini dijalani tanpa banyak sorotan kini berbuah kesempatan untuk memenuhi salah satu impian besar—menjejakkan kaki ke Tanah Suci.

(Mulyadi)