KUNINGAN – Fokus Utama
Pemerintah Kabupaten Kuningan mendukung penuh penguatan pembinaan bagi para mualaf melalui Peresmian Program Pembinaan Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa (PEMULIA DD) Wilayah Kuningan yang digelar di Teras Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA) bersama Yayasan MUKMIIN tersebut menjadi langkah kolaboratif dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan bagi para mualaf, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Peresmian dihadiri unsur Forkopimda, Kementerian Agama, Dompet Dhuafa, Baznas, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga kemualafan, tokoh agama, serta para mualaf dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan apresiasi atas hadirnya Program PEMULIA DD yang dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.
Menurutnya, pembinaan terhadap mualaf tidak cukup hanya berhenti pada prosesi pengucapan syahadat, tetapi harus diikuti dengan pendampingan yang berkesinambungan agar mereka mampu menjalani kehidupan baru dengan lebih baik.
“Momentum syahadat adalah awal perjalanan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mendampingi mereka secara terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menghadirkan ekosistem yang mendukung,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, para mualaf kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemahaman agama, adaptasi dengan lingkungan baru, tekanan psikososial dari keluarga maupun lingkungan, hingga persoalan ekonomi. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar proses pembinaan berjalan optimal.
Ia menilai Program PEMULIA DD menjadi langkah strategis karena tidak hanya memberikan penguatan akidah dan pembelajaran keislaman, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi keluarga, pendampingan sosial, penyediaan fasilitas pendukung, hingga beasiswa pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengalokasikan beasiswa stimulan bagi sekitar 1.000 santri pada tahun 2026. Program tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh keluarga mualaf yang memenuhi persyaratan.
“Silakan dikomunikasikan melalui Bagian Kesra. Kami ingin memastikan kesempatan pendidikan juga dapat dirasakan oleh keluarga mualaf yang membutuhkan,” katanya.
Bupati menegaskan, zakat, infak, dan sedekah harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Karena itu, ia mengajak seluruh lembaga amil zakat, organisasi keagamaan, MUI, Kementerian Agama, serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mendorong optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf.
“Kita ingin zakat benar-benar menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat. Semakin besar partisipasi, semakin banyak pula saudara-saudara kita yang bisa dibantu,” ujarnya.
Kepada para mualaf yang hadir, Bupati memberikan semangat agar tetap teguh menjalani proses pembinaan dan tidak merasa berjalan sendiri.
“Pemerintah daerah bersama para ulama, tokoh masyarakat, lembaga zakat, dan para dermawan akan terus hadir mendampingi. Insyaallah, kita tumbuh bersama menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Kuningan secara resmi meluncurkan Program Pembinaan Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa (PEMULIA DD) Wilayah Kabupaten Kuningan sebagai bentuk komitmen bersama antara Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA), Yayasan MUKMIIN, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pembinaan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan pendampingan sosial bagi para mualaf menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Peluncuran Program PEMULIA DD Wilayah Kuningan ditandai dengan pemukulan angklung oleh Bupati Kuningan bersama jajaran Dompet Dhuafa dan para tamu undangan sebagai simbol dimulainya komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan mualaf di Kabupaten Kuningan.
(Bopih)



Tidak ada komentar: